Tantangan Islamisasi Ilmu Pengetahuan

Usaha kearah proses Islamisasi ilmu pengetahuan menghadapi beberapa tantangan, khususnya justru dari kalangan cerdik pandai Islam sendiri. Mereka terdiri dari beberapa golongan. Pertama, golongan yang sependapat dengan gagasan ini secara teori dan konsepnya dan berusaha untuk menjelmakannya dan menghasilkan karya yang menepati maksud Islamisasi dalam disiplin ilmu mereka.

Kedua, golongan yang sependapat dengan gagasan ini secara teori dan konsepnya tetapi tidak mengusahakannya secara praktis.
Ketiga, terdapat golongan yang tidak sependapat dan sebaliknya mencemooh, mengejek dan mempermainkan gagasan ini. Gologan ini lazimnya berargumen bahwa semua ilmu pengetahuan datangnya dari Allah dan justru itu semua ilmu adalah benar dan secara tabiatnya adalah Islam.
Golongan keempat adalah dikalangan mereka yang tidak mempunyai pendirian terhadap isu ini. Mereka lebih suka mengikuti perkembangan yang dirintis oleh sarjana lain ataupun mereka atau pun mereka tidak peduli dengannya.
Tantangan paling besar saat ini dalam kelanjutan proses Islamisasi ilmu adalah komitmen sarjana dan institusi pendidikan Islam sendiri. Tantangan globalisasi yang ditimbulkan oleh kecanggihan Teknologi Informasi dan Komunikasi sungguh memusingkan. Ilmu kini dianggap sebagai komoditi yang boleh dijual-belikan dan sebagai dampaknya universitas menumpukan perhatian kepada “ilmu” yang berupaya meraih uang bersesuaian dengan ekonomi. Akibatnya, konsep ilmu pun sudah berubah dari mengenal Khaliq kembali kepada kemahiran, begitu juga konsep universitas berubah menjadi pabrik pengeluaran tenaga kerja dan bukan pusat pecambahan ide-ide murni dan besar.
Menurut Al-Attas tantangan terbesar terhadap gagasan Islamisasi Ilmu pengetahuan timbul dari golongan umat Islam itu sendiri. Dan tntangan kedua adalah kedangkalan umat Islam terhadap agamanya sendiri. Menurutnya golongan intelektual Islam sendiri tidak memahami Islam dengan sebaiknya.

Penutup
Proses Islamisasi Ilmu pengetahuan akan lebih lancar sekiranya umat Islam sadar dan faham akan tuntutan Islam dalam segala lapangan kehidupan. Islamisasi Ilmu pengetahuan bukan terjadi di luar sana, tetapi ia terjadi di dalam akal kita melalui bahasa, rasio dan pemikiran. Ini bermakna bahwa seorang sarjana Islam akan dapat melahirkan karya yang serasi dengan ruh Islam jika jiwanya sudah Islami. Maka titik tolak permulaan Islamisasi adalah diri kita sendiri dan pemahaman tentang Islam dan pengamalannya.

Referensi
Majalah Pemikiran dan Peradaban ISLAMIA, Edisi Juli-September 2005

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s