Peristiwa Tsaqifah Bani Sa’idah

Memang diakui oleh seluruh sejarawan bahwa Rasulullah yang wafat tahun 11 H,
tidak meninggalkan wasiat tentang orang yang akan penggantikannya. Oleh karena itu,
setelah rasulullah SAW wafat para sahabat segera berkumpul untuk bermusyawarah di
suatu tempat yaitu Tsaqifah Bani Sa’idah guna memilih pengganti Rasulullah (Khalifah)
memimpin ummat Islam. Musyawarah itu secara spontanitas diprakarsai oleh kaum
Anshor. Sikap mereka itu menunjukkan bahwa mereka lebih memiliki kesadaran politik
dari pada yang lain, dalam memikirkan siapa pengganti Rasulullah dalam memimpin umat
Islam.
Dalam pertemuan itu mereka mengalami kesulitan bahkan hampir terjadi perpecahan
diantara golongan, karena masing-masing kaum mengajukan calon pemimpin dari
golongannya sendiri-sendiri. Pihak Anshar mencalonkan Sa’ad bin Ubaidah, dengan alasan
mereka yang menolong Nabi ketika keadaan di Makkah genting. Kaum Muhajirin
menginginkan supaya pengganti Nabi SAW dipilih dari kelompok mereka, sebab
muhajirinlah yang telah merasakan pahit getirnya perjuangan dalam Islam sejak awal
mula Islam. Sedang dipihak lain terdapat sekelompok orang yang menghendaki Ali Bin Abi
Thalib, karena jasa-jasa dan kedudukannya selaku menantu Rasulullah SAW. Hingga
peristiwa tersebut diketahui Umar. Ia kemudian pergi ke kediaman nabi dan mengutus
seseorang untuk menemui Abu Bakar. Kemudian keduanya berangkat dan diperjalanan
bertemu dengan Ubaidah bin Jarroh. Setibanya di balai Bani Sa’idah, mereka mendapatkan
dua golongan besar kaum Anshor dan Muhajirin bersitegang.
Dengan tenang Abu Bakar berdiri di tengah-tengah mereka, kemudian berpidato yang
isinya merinci kembali jasa kaum Anshor bagi tujuan Islam. Disisi lain ia menekankan pula
anugrah dari Allah yang memberi keistimewaan kepada kaum Muhajirin yang telah
mengikuti Muhammad sebagai Nabi dan menerima Islam lebih awal dan rela hidup
menderita bersama Nabi. Tetapi pidato Abu Bakar itu tidak dapat meredam situasi yang
sedang tegang. Kedua kelompok masih tetap pada pendiriannya. Kemudia Abu Ubaidah
mengajak kaum Anshor agar bersikap toleransi, begitu juga Basyir bin Sa’ad dari Khazraj
(Anshor) agar kita tidak memperpanjang perselisihan ini. Akhirnya situasi dapat sedikit
terkendali.
Disela-sela ketegangan itu kaum Anshor masih menyarankan bahwa harus ada dua
kelompok. Hal itu berarti kepecahan kesatuan Islam, akhirnya dengan resiko apapun Abu
Bakar tampil ke depan dan berkata “Saya akan menyetujui salah seorang yang kalian pilih
diantara kedua orang ini” yakni tidak bisa lebih mengutamakan kami sendiri dari pada
anda dalam hal ini”, situasi menjadi lebih kacau lagi, kemudia Umar berbicara untuk
mendukung Abu Bakar dan mengangkat setia kepadanya. Dia tidak memerlukan waktu
lama untuk menyakinkan kaum Anshor dan yang lain, bahwa Abu Bakar adalah orang
yang paling patut di Madinah untuk menjadi penerus pertama dari Nabi Muhammad SAW.
Sesudah argumentasi demi argumentasi dilontarkan, musyawarah secara bulat
menunjuk Abu Bakar untuk menjabat Khalifah dengan gelar “Amirul Mu’minin”. Dengan
semangat Islamiyyah terpilihlah Abu Bakar . Dia adalah orang yang ideal, karena sejak
mula pertama Islam diturunkan menjadi pendamping Nabi, dialah sahabat yang paling
memahami risalah Rasul. Disamping itu beliau juga pernah menggantikan Rasulullah
sebagai imam pada saat Rasulullah sakit.
Setelah mereka sepakat dengan gagasan Umar, sekelompok demi sekelompok maju
kedepan dan bersama-sama membaiat Abu Bakar sebagai Khalifah. Baiat tersebut
dinamakan baiat tsaqifah karena bertempat di balai Tsaqifah Bani Sa’idah. Pertemuan
politik itu berlagsung hangat, terbuka dan demokratis (Pulungan, 1994:102-105).
Pertemua politik itu merupakan peristiwa sejarah yang penting bagi umat Islam.
Sesuatu yang megikat mereka tetap dalam satu kepemimpinan pemerintahan. Dan
terpilihnya Abu Bakar menjadi Khalifah pertama, menjadi dasar terbentuknya sistem
pemerintahan Khalifah dalam Islam (Hasjmy,1973 :117).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s