Prinsip – Prinsip Dasar Nalar Bayani

Pertama, prinsip infishal (discontinue). Prinsip keterpisahan / ketidaksinambungan ini memandang bahwa alam seisinya ini masing-masing berdiri sendiri dan tidak berkaitan satu dengan yang lainnya. Pengaruhnya dalam pemikiran Islam nampak dalam memahami Tuhan dan ciptaanNya yang keduanya dipahami secara terpisah. Hal ini berimbas pada bangunan ilmu dalam alam pikiran Arab Islam, bahwa ada ilmu agama dan ada ilmu non-agama. Dalam beberapa kasus kemudian lahir pemahaman, bahwa ilmu yang didasari oleh masing-masing tersebut melahirkan klaim: iman dan kafir.

Kedua, prinsip al-tajwiz (keserbabolehan). Prinsip ini mengingkari hukum sebab-akibat (causality). Kejadian lazim dan tidak lazim masing-masing dipahami secara sama, dan tidak tertarik sama sekali mencari jawabannya : mengapa sesuatu itu. terjadi. Prinsip ini, yang kemudian diadopsi oleh kalangan mutakkalimin sebagai prinsip “bila kaifa” jika menghadapi kepelikan masalah ketuhanan. Hal inilah yang menyebabkan dalam alam pikiran bayani tidak dihasilkan ilmu-ilmu bersifat eksakta.

Ketiga, prinsip melanjutkan dalam mengungkap sesuatu discontinue, tradisi Arab menerapkan tradisi penalaran yang didasarkan pada faktor kedekatan dan keserupaan. Dari sini lahir model pemikiran yang bersifat analogis-deduktif dan kurang memberi peluang pada pendekatan lain dalam membangun ilmu pengetahuan. Dalam disiplin ilmu ushul fiqh, prinsip ini dilestarikan oleh Imam al-Syafi’i dengan metode qiyas, yang mempertahankan asal dengan suatu kasus yang baru (far’), karena adanya faktor kedekatan atau keserupaan pada keduanya. Menurut al-Syafi’i, inilah satu-satunya metode penalaran yang valid dalam menetapkan hukum Islam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s