Pengertian Epistemologi Bayani

Menurut al-Jabiri apa yang disebut dengan nizham ma’rifi bayani atau ‘aql bayani mencakup disiplin-disiplin ilmu yang menjadikan ilmu bahasa Arab sebagai tema sentralnya, seperti balaghah (ilmu keindahan bahasa), nahw (gramatika bahasa arab), fiqh dan ushul fiqh, dan kalam.

Istilah al-Bayan bukanlah istilah yang ilmu sastra Arab Balagah yang terbagi ilmu al-Ma’ani, al-Bayan dan al-Badi’. Seperti yang diungkapkan oleh al-Sakkaki (w.626) istilah al-Bayan sebelum populer digunakan oleh ulama balaghah mengacu kepada setiap komunikasi “pengarang” kepada “pembaca”  (tabligh al-mutakalim muradahu ila al-sami’). Bahkan lebih luas, istilah ini digunakan pada setiap proses pemahaman.

Pengertian al-bayan dapat juga kita telurusi melalui kamus Arab yang dikarang oleh tokoh abad ke-tujuh hijriah, Ibn Mandzur (630-711 H.) Ada lima arti dari kata al-bayan: 1. al-washl (koneksi)2. al-fashl (pemisah)3. adz-dzuhur wa al-wudhuh (nampak dan jelas)4. al-fashahah wa al-qudrah ‘ala al-tabligh wa al-iqna’ (fasih dan kemampuan penyampaikan)5.  seperti ungkapan bahasa Arab: al-insan hayawan al-natiq (manusia adalah mahluq yang berakal. Ungkapan ini untuk membedakan antara manusia dan mahluk lainnya.

Istilah bayan terbagi menjadi dua pegertian: Pertama; kaidah penafsiran wacana (tafsir al-khitab) dan produksi wacana (intaj al-khitab). Pengertian tafsir di sini merujuk kepada zaman nabi dimana para sahabat menafsirkan kalimat  dan susunan kalimat yang ada di al-qur’an atau paling tidak  merujuk pada masa Khalifah ar-Rasyidin dimana masyarakat bertanya kepada  sahabat tentang  makna yang “tersembunyi’ dalam al-qur’an. Sedangkan produksi wacana  dengan munculnya friksi politik, kelompok aliran teologis setelah peristiwa ‘tahkim’ dalam dunia Islam.Contohnya di kalangan sahabat, Ibn Abbas (68 H) dikenal dan menjadi rujukan tafsir al-Qur’an, sehingga para ulama terdahulu menjulukinya dengan tarjumanul al-qur’an (terjemahan al-Qur’an).  Dia menjadi ikon rujukan riwayat yang kuat pada bidang tafsir.

Selanjutnya bagaimana mengetahui ‘epistemologi’ bayani al-Qur’an. Pertanyaan ini dijawab oleh Syafi’I dengan argumentasi:Artinya: Bayan adalah nama yang mencakup makna ‘asal’ dan cabang. Paling tidak dia menjelaskan kepada yang diajak komunikasi dengan bahasanya ketika al-Qur’an itu diturunkan. Pemahaman terhadap al-Quran tidak dapat dicapai bagi orang yang tidak mengetahui lisan Bahasa Arab. Dapat disimpulkan bayan dalam pengertian Asy-Syafi’I pada level penjelasan (al-wudhuh wa al-adz-dzuhur).

Imam Syafi’I meletakkan asas kaidah penafsiran khitab bayani al-Qur’an dengan lima macam:

1)     Al-Qur’an yang penjelasan (bayan) yang tidak membutuhkan penjelasan yaitu  nash     yang sangat jelas karena sudah dijelaskan oleh Allah .

2)    Al-Qur’an yang penjelasan yang sebagian maknanya masih global (ijmal) kemudian al-sunnah (hadits) melengkapi penjelasan itu.

3)  Al-Qur’an yang penjelasannya seluruhya masih global (mujmal), kemudian al-sunnah  (hadits) yang memerinci maknanya.

4)     Bayan al-Sunnah (Hadits) yang oleh Syafi’I kedudukan al-Sunnah nabi sama dengan al-Qur’an.

5)    Bayan Ijtihad melalui metode qiyas atau analogi yang tak terlepas dari kitab (al-Qur’an) dan Sunnah nabi.

Dengan demikian sumber pengetahuan bayani adalah teks. Dalam istilah ushul fiqh, yang dimaksud nas sebagai sumber pengetahuan bayani adalah Alquran dan hadis. Dikalangan ulama terdapat kesepakatan bahwa sumber ajaran Islam yang utama adalah Alquran, al-Sunnah dan Ijma’. Ketentuan ini sesuai dengan agama Islam itu sendiri sebagai wahyu yang berasal dari Allah Swt, yang penjabarannya dilakukan oleh Nabi Muhamamd saw. Di dalam Alquran surat an-Nisa ayat 59.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s