Definisi Ahwal

Adapun “ahwal” bentuk jamak dari “hal” biasanya diartikan sebagai keadaan mental (mental states) yang di alami oleh para sufi di sela-sela perjalanan spiritualnya. Sekalipun sama-sama di alami dan di capai selama masa perjalanan spiritual seorang sufi menuju tuhannya. “Ahwal” sering di peroleh secara spontan sebagai hadiah dari tuhan. Di antara “ahwal” yang sering di sebut adalah takut, syukur, rendah hati, taqwa, ikhlas, gembira. Meskipun ada perdebatan di antara para penulis tasawuf, namun kebanyakan mereka mengatakan bahwa “ahwal” di alami secara spontan dan berlangsung sebentar dan di peroleh tidak berdasarkan usaha sadar dan perjuangan keras.
Selain perlangsungan dalam “ahwal” ada yang mengatakan bahwa “beberapa ahwal adalah seperti kilatan. Kalau itu dikatakan menetap maka menurut seorang guru Al-Qusyari, itu sekedar omongan nafsu”. Tetapi di pihak lain, Abu Utsman al-Hiri justru mengatakan, “Jika hal tidak abadi dan tidak terdelegasikan, maka itu hanyalah kilatan dan pelakunya tidak sampai pada hal yang sebenarnya. Hanya apabila sifat tersebut menetap, maka itulah yang dinamakan hal.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s