Thariqat Tijaniyah

1. Pendiri Thariqat Tijaniyah

Thariqat Tijaniyah didirikan oleh Syaikh Ahmad bin Muhammad al-Tijani (1150-1230 H / 1737-1815 M) yang lahir di ‘Ain Madi, Aljazair selatan, dan meninggal di Fez, Maroko, dalam usia 80 tahun. Syaikh Ahmad Tijani diyakini oleh kaum Tijaniyah sebagai wali agung yang memiliki derajat tertinggi dan memiliki banyak keramat karena didukung oleh factor genealogis, tradisi keluarga, dan proses penempaan dirinya. Menurut pengakuannya, Ahmad Tijani memiliki nasab sampai kepada Nabi Muhammad.


2. Ajaran Thariqat Tijaniyah

Thariqat Tijaniyah memiliki aturan – aturan yang harus ditegakkan oleh setiap pengamal thariqat tersebut. Aturan – aturan dalam Thariqat Tijaniyah terdiri dari syarat – syarat dan tata karma (sopan santun) terhadap guru, sesame ikhwan dan terhadap dirinya sendiri.

Syarat – syarat dalam thariqat tijaniyah terbagi dalam 2 bentuk, yaitu :

  1. Syarat kamaliyah (syarat penyempurnaan). Syarat ini berhubungan dengan wirid.
  2. Syarat lazimah (syarat pokok). Syarat lazimah terbagi menjadi 2 bagian pula, yakni :

–          Syarat lazimah yang berhubungan dengan pribadi murid, dan

–          Syarat lazimah yang berhubungan dengan wirid.
3. Proses penyebaran Thariqat Tijaniyah

Kapan thariqat tijaniyah masuk ke Indonesia tidak diketahui secara pasti, tetapi ada 2 fenomena yang menunjukkan gerakan awal thariqat tijaniyah, yaitu kehadiran Syaikh ‘Ali bin ‘Abd Allah al-Thayyib dan adanya pengajaran thariqat tijaniyah di pesantren Buntet, Cirebon. Kehadiran Syaikh ‘Ali ibn ‘Abd Allah al-Thayyib tidak diketahu secara pasti tahunnya. G. F. Pijper menyebutkan bahwa Syaikh ‘Ali bin ‘Abdullah al-Thayyib datang pertama kali ke Indonesia, saat menyebarkan thariqat tijaniyah di Tasikmalaya. Namun, disebutkan pula oleh Pijper bahwa Syaikh ‘Ali ibn ‘Abd Allah al-Thayyib telah mendatangi berbagai daerah di Pulau Jawa sebelum ke Tasikmalaya. Berdasarkan kehadiran Syaikh ‘Ali ibn ‘Abd Allah at-Thayyib ke pulau Jawa, maka thariqat ini diperkirakan dating ke Indonesia pada awal ke-20 M (antara 1918 dan 1921 M).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s