Thariqat Sammaniyah

Thariqat Sammaniyah adalah thariqat pertama yang mendapat pengikut missal di Indonesia. Hal yang menarik dari Thariqat ini adalah wahdat al wujud yang dianut dan syathahat yang terucapkan olehnya tidak bertentangan dengan syariat.
1. Sejarah Thariqat Sammaniyah

Thariqat ini didirikan oleh Muhammad bin Abd al Karim al Madan al Syafi i al Samman (1130-1189/1718-1775). Ia lahir di Madinah dari keluarga Quraisy. Di kalangan murid dan pengikutnya, ia lebih dikenal dengan nama al Sammani atau Muhammad (Syaikh Samman). Sambil mengajar di Sanjariyah, tampaknya Syaikh Samman banyak menghabiskan hidupnya di Madinah dan tinggal di rumah bersejarah milik Abu Bakar al Shiddiq.

Syaikh Samman sebenarnya tidak hanya menguasai bidang thariqat saja tetapi bidang-bidang ilmu islam lainnya. Ia belajar hukum Islam kelima ulama fiqih terkenal Muhammad al Waqqaq, Sayyid Ali al Athar, Ali al Kurdi, Abdul Wahhab, Al Thantawi (di Makkah) dan Said Hillal Al Makki. Ia juga pernah berguru ke Muhammad Hayyat, seorang muhaddis dengan reputasi lumayan di Haramayn dan dinisiasi sebagai penganut thariqat Naqsabandiyah. Selain Samman, yang berguru ke Muhammad Hayyat adalah juga Muhammad bin Abd al Wahhab, seorang penentang bid’ah dan praktik-praktik syirik serta pendiri Wahhabiyah.

Syaikh Samman juga mempelajari berbagai thariqat seperti thariqat naqsabandiyah, thariqat qodiriyah, thariqat khalwatiyah dan thariqat syadziliyah. Dalam perjalanan belajarnya itu, ternyata thariqat naqsabandiyahjuga banyak memengaruhinya. Ini terutama dipengaruhi oleh ‘Abd al-Ghani al-Nabulusi, tokoh besar thariqat naqsabandiyah yang juga menjadi salah satu guru Musthafa al-Bakri. Al-Nabulusi juga terkenal selain sebagai pengarang produktif adalah pembela Ibn al-‘Arabi dan ‘Abd al-Karim al-Jilli. Dari ajaran berbagai thariqat itu, Samman lalu meraciknya dengan memadukan teknik – teknik dzikir, bacaan – bacaan lain, dan ajaran mistis semua thariqat tersebut dengan beberapa tambahan, seperti qashidah dan bacaan lain yang ia susun sendiri. Racikan berbagai thariqat ini lalu menjadi satu nama, thariqat samaniyah.
2. Ajaran thariqat sammaniyah

-          Tawasul, maksudnya memohon berkah kepada pihak – pihak tertentu yang dijadikanwasilah (perantara) dalam tasawuf itu, agar yang dimaksud bisa tercapai. Objek tawasul adalah Nabi Muhammad, keluarganya, dan para sahabatnya, asma – asma Allah, para aulia, para ulama fikih, para ahli thariqat, kedua orang tua dll.

-          Wahdat al-Wujud, maksudnya adalah tahapan dimana ia menyatu dengan hakikat alam ini, yaitu haqiqat Muhammad atau Nur Muhammad.

-          Nur Muhammad, adalah salah satu rahasia dari seluruh rahasia Allah. Nur Muhammad adalah yang pertama kali terwujud sebelum yang lainnya berwujud, sedangkan wujudnya adalah hakikat atau esensi wujud alam ini.

-          Insan kamil, dari segi syariat wujud insan kamil adalah nabi Muhammad, sedangkan dari segi hakikat adalah nur Muhammad. Hubungan keduanya dapat digambarkan seperti ini : nabi Muhammad merupakan koridor yang menuju kepada insan kamil, yaitu hakikat tempat “bayangan” Tuhan. Orang islam yang berminat menuju tuhan sampai bertemu dengannya harus melewati koridor ini, yaitu mengikuti jejak nabi Muhammad.
3. Proses penyebaran

Mungkin dapat dipastikan bahwa daerah Sulawesi selatan-lah, thariqat samaniyah masih banyak para pengikutnya hingga kini. Abdullah al-Munir membawanya ke Sulawesi Selatan dan dikembangkan oleh putranya, Muhammad Fudail di kabupaten Barru. Penyebarannya lebih lanjut dilakukan oleh Abd. Razak di kabupaten Maros, serta oleh keturunannya hingga sekarang, kini khalwatiyah Samman merupakan thariqat yang paling populer dan banyak pengikutnya di Sulawesi Selatan.


[1] Ibid, hal 181

About these ads

2 thoughts on “Thariqat Sammaniyah

  1. Assalamualaikum wr.wb. saya sangat senang membincang kan soal agama. dan saya juga pengikut sammaniyah di kota sungai penuh.karena d wilayah ini juga sudah di buka surau baitul ibadah.oleh asuhan Ayahanda Guru Tuanku Mudo,H.D. Boerhan. kalo bisa kita di website juga bisa berkumpul bersama dan bisa saling berbagi. terima kasih.wasalam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s