Pengertian Thariqat

Al-Tariqat jamaknya “Al-Tara’iq”, secara etimologis berarti :

1)      Jalan, cara (al-Kaifiyyah);

2)      Metode, sistem (al-Uslub);

3)      Mazhab, aliran, haluan (al-Madhhab);

4)      Keadaan (al-Halah);

5)      Pohon kurma yang tinggi (al-Nahlah al-Tawilah);

6)      Tiang tempat berteduh, tongkat paying (‘Amud al-Mizallah);

7)      Yang mulia, terkemuka dari kaum (Sharif al-qaum); dan

8)      Goresan / garis pada sesuatu (al-khatt fi al-shai)

Secara terminologis, menurut Mircea Aliade, kata thariqat digunakan dalam dunia tasawuf sebagai jalan yang harus ditempuh seorang sufi untuk mendekatkan diri kepada Allah. Istilah tarekat diambil dari bahasa Arab thariqat yang berarti jalan atau metode. Dalam terminologi sufistik, tarekat adalah jalan atau metode khusus untuk mencapai tujuan spiritual. Dalam sejarah dunia tasawuf, kata ini telah tersosialisasi secara besar – besaran, terutama sejak abad ke-6 dan ke-7 Hijriyah (12 atau 13 Masehi).

Sebuah thariqat biasanya terdiri dari :

-          Pensucian batin

Yang dimaksud pensucian jiwa adalah melatih rohani dengan hidup zuhud, menghilangkansifat – sifat jelek yang menyebabkan dosa, mengisi dengan sifat – sifat terpuji, taat menjalankan perinth agama, taubat atas segala dosa dan introspeksi, mawas diri terhadap semua amal – amalnya.

-          Kekeluargaan thariqat

Kekeluargaan thariqat biasanya terdiri dari syaikh thariqat, syaikh mursyid, mursyid sebagai guru thariqat, murid dan pengikut thariqat serta ribath tempat latihan, kitb – kitab, system dan metode dzikir.

-          Kesadaran sosial

-          Upacara keagamaan

Upacara keagamaan bias berupa bai’at, ijazah atau khirqah, silsilah, latihan – latihan, amalan – amalan thariqat, talqin, wasiat yang diberikan dan dialihkan seorang syaikh thariqat kepada murid – muridnya.

Dari unsur –  unsur tersebut diatas, salah satunya unsur yang sangat penting bagi sebuah thariqat adalah silsilah. Silsilah itu bagaikan kartu nama dan legitimasi sebuah thariqat, yang akan menjadi tolak ukur sebuah thariqat itu mu’tabarah (dianggap sah) atau tidak. Silsilah thariqat adalah “nisbah”, hubunganguru terdahulu sambung menyambung antara satu sama lain sampai kepada Nabi.[1]


[1] Sri Mulyati (et.al), hal 10

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s